Oleh : Sri
Yunianita
Kamidia Nahlil Azwa
adalah nama lengkap ku , aku biasa disapa Azwa . Aku mempunyai dua orang
sahabat. Mereka bernama Rohim dan Rahma , mereka adalah kembar fraternal . Kami
bertiga menjalin persahabatan sejak kami duduk di bangku SMA kelas 1 . Masjid
Al – Abror menjadi saksi persahabatan kami , di masjid itulah kami bertiga
pertama kali bertemu dan di masjid itu juga kami mengikrarkan janji
persahabatan kami .
Namun demi mengejar ilmu dibangku kuliah kami pun berpisah . Aku melanjut ke
Yogyakarta, sedangkan Rahma dan Rohim melanjut ke Aceh . Jarak kami yang saling berjauhan tak
membuat persahabatan kami luntur . Rasa saling percaya yang sangat kuat diantara
kami membuat tidak ada hal yang mampu memutuskan persahabatan kami . 8 tahun
sudah kami jalani persahabatan ini , dan tak lama lagi kami akan wisuda . Kami
berniat setelah kami diwisuda , kami akan kembali ke kampung halaman guna melepas
rindu diantara kami bertiga .
****
Jum’at , 5 Agustus 2011 Rahma mengirimkan
pesan singkat kepada ku …
Assalamualaikum wr wb
Azwa , sahabat ku
Azwa , sahabat ku
Kami telah sampai di Padangsidimpuan. Aku akan
menunggu kedatangan mu jua di kota ini . Kota ini telah jauh berbeda , kemajuan
telah merambah kota ini . Dan , yang
sangat membuat ku bahagia adalah Masjid Al Abror yang semakin megah dan semakin
banyak jemaah nya .
Azwa
, ku nantikan kehadiran mu
Aku
ingin merasakan pelukan mu yang ku harap tetap sama hangatnya seperti pelukan
terakhir yang kau berikan kepada ku.
Dari sahabat yang akan menyayangimu selamanya
Rahma
Dari sahabat yang akan menyayangimu selamanya
Rahma
Entah angin dari mana
yang mampu merayu mata ku untuk menangis . Mukena yang sedari tadi belum ku
lepas menjadi basah .
Rahma menurut
ku adalah sahabat ku yang berpanah kata
– kata puitis bagi ku , aku semakin ingin cepat pulang .
***
Kamis 11 Agustus 2011 , aku telah sampai di kota
Padangsidimpuan . Aku memberitahukan Rohim dan Rahma bahwa aku telah sampai di
kota ini. 1 jam kemudian aku melihat
sesosok pemuda berkulit sawo matang dengan tinggi 170 cm menuju rumah ku . Aku
bagai di sambar petir , Rohim … Iya , itu Rohim … Tanpa alas kali aku berlari
menuju halaman rumah ku dan segera menepuk pipinya …. Dia tertawa , dan
membalas tepukanku …
“ Aku sangat rindu pada mu , tapi Rahma dimana ?”
“ Aku juga sangat merindukan mu Az ,.. emmm Rahma lagi ada urusan penting
maklum lah sahabat kita yang satu itu kan selalu dibutuhkan heheehe “
“ Hahaha , benar juga kata mu .. Pantas sms ku tak pernah dibalasnya …
Sepertinya dia akan butuh assistant untuk membantunya membalas sms “
Rohim tak menjawab …
“ Hei , kamu kenapa ?”
“ Aku lupa , aku ada urusan penting …. Ampun dah … Jum’at depan aku akan
datang lagi ya … Assalamualaikum “
Aku mengacungkan jempol
tanda setuju seraya menjawab “Wa’alaikum
salam “
***
Benar, Jum’at 19 Agustus 2011 Rohim datang dengan
terburu – buru.
“ Azwa lihat , facebook Rahma aktif lagi “
“ Azwa lihat , facebook Rahma aktif lagi “
“ Ha ? Bukannya fb itu telah dia
non aktifkan sejak 3 bulan yang lalu ? “
“ Aku juga heran “
“ Rahma tak bersama mu ? “
“
Tidak , aku tak pernah
bertemu lagi dengannya sejak tanggal 5 . “
“ Apa ?? Aku juga tak pernah mendapatkan balasan sms ku . “
“ Apa ?? Aku juga tak pernah mendapatkan balasan sms ku . “
“ Aku sangat mengkhawatirkannya “
Aku menepuk pundaknya ,
lalu dia menarikku ke keluar rumah dan menyuruhku mengemudikan mobilnya . Aku
pun menuruti nya .
Kukemudikan mobil ini
sambil berdoa “Tuhan…. aku mohon pertemukan aku
dengan Rahma .“ Aku menahan tangis yang semakin menyesak. Tiba – tiba Rohim
berteriak “ Azwa , Rahma membuat
status . Isinya I am @ Toko Buku Kahfi “
Kahfi adalah sebutan
tempat favorit kami . Aku langsung ngebut
menuju toko buku Kahfi , tapi kami kalah cepat . Kami tak menemukannya ,
badan ku jadi lesu . Rohim berteriak
lagi “ Azwa , dia buat status lagi .
Isinya I am @ Taman Tugu Salak .“
Aku mencoba semangat lagi . Kukemudikan mobil
ini menuju tugu salak , sesampai di sana aku tetap tak menemukan Rahma . Aku
bahkan mengelilingi taman itu sebanyak 3 kali . Nafasku semakin sesak. Rohim
kembali berteriak .. “ Rahma
buat status lagi nih“
“ Apa ? “ jawab ku lesu
“ Isinya : I am @ Masjid Al- Abror “
Aku tak berpikir
panjang lagi , aku mengemudi dengan sangat cepat . Kami pun sampai di Masjid Al
– Abror aku berlari tak tentu arah sambil memperhatikan wajah tiap orang yang
ku temui . Rohim yang sedari tadi mengikutiku semakin panik . Aku mulai
menangis . Rahma kamu dimana ??????? Air mata tak mampu ku bendung lagi .
Rohim berkata dengan
sangat lesu “ Azwa , Rahma membuat status lagi
yang isinya : I am @ pemakaman umum “
Jantung ku berdebar ,
untuk apa Rahma ke pemakaman umum ? Kami
bergegas menuju pemakaman umum rasa lelah
tak lagi terpikirkan oleh ku. 5 menit kemudian sampailah kami di tempat yang
sangat membuatku kebingungan ini. Ku raih ponsel yang sedari tadi di genggam
oleh Rohim . Ku baca status terbaru Rahma yaitu : Aku menunggu kedatangannya … 2 orang
sahabat ku … Cepatlah datang … Aku sendirian … Aku takut ……
Aku semakin panik , aku
mencari dimana Rahma . Aku takut dia disakiti .. Tenang Rahma , aku akan
menolong mu . Aku akan membawa mu pulang
jangan cemas Sahabat ku .. Kami datang untuk mu .
Rahma memunculkan status
terbarunya lagi yang bertuliskan : Aku di sini di samping pohon kamboja yang
berukuran sedang .
Aku mencari pohon itu
Itu dia , di ujung pagar, ini dia satu –
satunya pohon kamboja yang berukuran
sedang di pemakaman ini lalu mana Rahma .
Aku terperanjat melihat
Rahma , itu dia yang berada dalam sebuah tulisan pada nisan
Rahma Nur Azmi
Lahir : 15 - 10 - 1989
Wafat : 5 – 8 – 2011
Tuhan , aku bagai di
sambar petir . Badan ku gemetar tak karuan . Aku spontan dan lantang mengucap “
Lailaahaillallah “ air mata ku mengucur deras .. Tuhan , nyatakah ini ? Aku
tersimpuh sambil berdoa semoga ini hanya
sebuah mimpi . Jika ini mimpi cepat
bangunkan aku Tuhan .. Aku ingin meledakkan untaian pertanyaan pada Allah ..
Rasa nya sakit sekali …..Lebih sakit dari rasa yang paling sakit yang pernah
kualami .. Aku benar – benar rapuh , mengangkat kedua tanganku untuk mendoakan
Rahma pun aku tak sanggup ..
Rohim menepuk pundak ku
, dia berkata “ Azwa , jangan kau ratapi
. Jikalau ada pertanyaan siapa orang yang paling sakit karena kehilangan Rahma
jawabnya adalah aku .Akulah orang yang sangat sakit kehilangan dia . Sejak
dalam rahim ibu dialah orang yang sampai tanggal 5 Agustus 04.15 berada dekat dengan ku .. Dan sekarang ??? Aku
lah orang yang harus belajar bisa dan terbiasa tanpa dia lagi
Jum’at
5 Agustus pukul 04.15 kemarin dia sedang melaksanakan sholat Ashar di rumah .
Dan di sujud terakhir dalam solatnya Ia hembuskan nafas terakhirnya . Di sujud itu
Tuhan memanggilnya kembali .
Aku
senyum melihat Rahma kembali kepada – Nya dalam keadaan yang sungguh indah … “
Aku terperangah mendengar ucapan Rohim , dialah
satu-satunya sahabat yang kumiliki saat ini.
Aku seperti didorong
untuk melihat kembali profil fb Rahma . Muncul sebuah status dengan tulisan : Aku
pergi Sahabat ku .. Tenanglah , aku sangat senang di sini , Allah sangat baik
pada ku .
Aku menunggu kalian semua di surga .
Untuk semua orang yang ku sayang .
Tangis ku semakin deras
dan aku semakin tidak yakin ini nyata .. Ingin rasanya aku berlari sekencang mungkin
dan berteriak sekeras mungkin . Tapi , Rohim menahanku . Aku heran , siapa yang
membuat status ini ? Rahma atau ? Aku
tak perduli dengan pertanyaan yang baru saja muncul dipikiran ku . Rohim
membuat pandangan ku beralih pada daun – daun kamboja.
Kami memetik daun –
daun itu . Aku mengambil 2 lembar daun kamboja
sementara Rohim mengambil 1lembar daun kamboja . Kemudian kami
menaruhnya bersamaan di atas pusara Rahma . Kini, tiga lembar daun Kamboja di atas
pusara Rahma akan bertasbih untuk-Nya . Aku menghela nafas
panjang . Kulihat gumpalan awan merayu matahari untuk pergi dari dunia terang ,
disusul senja yang datang menyambut datangnya dunia malam .. Senja sore ini
sangat berbeda , karena disenja inilah aku tau bahwa Rahma tak berada di alam
yang sama lagi dengan ku .
-TAMAT-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar